Community
Mirainime Community
🗣️ Ruangan Terbaru
Belum ada ruangan.
Aturan singkat
- Sebut judul anime saat membuat ruangan agar mudah ditemukan.
- Tidak spam, tidak spoiler tanpa peringatan.
- Saling menghormati antar member.
Buat Ruangan
Pertemuan Arthur dan Tessia di episode ini jadi bukti bahwa penulis naskah benar-benar serius menggarap karakter building tokoh utama, Arthur, dari kehidupan awalnya sebagai King Grey yang tidak berperasaan menjadi orang yang mempelajari kemanusiaan. Apalagi Arthur melihat Tessia cocok sebagai "guru" yang memberi contoh bagaimana anak kecil seharusnya berperilaku ceria dan kawaii.
Satu detail lain yang terungkap di episode ini dikatakan bahwa ras manusia dikenal sebagai makhluk mesum, sebuah plot fitur entertaining yang lazim digunakan di anime genre isekai bahkan mirip dengan cerita serial anime Isekai Meikyuu de Harem.
Episode ketiga — Meeting the King dibuka dengan struktur narasi yang unik dan artistik, di mana kita langsung disuguhi adegan dialog bersuasana sendu antara seorang perempuan dewasa dan gadis kecil di suatu tempat antah-berantah di tepian laut yang biru. Adegan misterius ini terbagi dalam dua momen penting: sebagai pembuka episode dan sebagai penutup emosional setelah Sylvia menerima momen penghabisannya bersamaan dengan detik-detik terlemparnya Arthur kecil ke tempat aman di sebuah hutan lebat. Perpaduan visual ini sukses menciptakan atmosfer melankolis yang langsung mencuri perhatian sejak detik pertama.
Dari segi penceritaan, episode ini juga memberikan penyegaran yang luar biasa dalam membedah formula klise genre isekai. Kalau di kebanyakan anime isekai tokoh utama biasanya dipertemukan dengan sosok dewa atau Kami-sama yang sekadar bagi-bagi cheat instan, Saikyou No Ousama justru memilih pendekatan yang jauh lebih intim dan efisien secara emosional. Perjumpaan Arthur dengan Sylvia—sosok adikuasa yang tidak hanya mengajarkan dasar-dasar sihir tetapi juga menanamkan bekal prinsip hidup yang kokoh—berkembang menjadi ikatan kekeluargaan yang tulus. Sylvia bukan sekadar penolong atau mentor biasa, melainkan sosok "nenek" sekaligus bagian paling berharga yang mengajarkan arti keluarga bagi Arthur. Sebagai penonton, kita tentu bisa menduga bahwa kehadiran Sylvia menyimpan rahasia besar; petunjuk dari adegan siluet perempuan dewasa dan gadis kecil di awal, ditambah warisan berupa telur, bulu, serta tato dari Sylvia, jelas mengisyaratkan adanya benang merah masa lalu yang kuat. Bahkan, melihat bagaimana Sylvia sempat terhentak saat dipanggil "Nenek" oleh Arthur, besar kemungkinan ia memang memiliki hubungan darah langsung atau merupakan bagian dari garis keturunan sang ibu yang dianugerahi kekuatan khusus (rare power).
Melalui kedalaman interaksi tersebut, episode ketiga ini seolah menjadi kepingan puzzle yang menyempurnakan keseluruhan character development Arthur sekaligus memantapkan fondasi worldbuilding yang telah dibangun sejak episode sebelumnya. Kita jadi bisa melihat bagaimana kepribadian Arthur dibentuk bukan hanya dari sisa-sisa kenangan masa lalunya yang dingin, tetapi juga dari kehangatan kasih sayang tulus yang ia terima di awal kehidupannya yang kedua. Rasanya semakin gak sabar menantikan bagaimana misteri di balik asal-usul Sylvia ini akan membuka lembaran baru dalam perjalanan hidup Arthur ke depannya!
★★★★★
Anime Choujun! Choujou-senpai ini beneran jadi tontonan komedi yang seger banget buat diikuti. Konsep duet antara Meguru Choujou, polisi senior yang punya kekuatan psikis luar biasa, sama partnernya, Nao Ippongi yang jago judo, bener-bener kocak dan gak pernah gagal bikin ketawa di setiap episodenya. Unsur gag humor dan komedinya terasa pas banget, gak berlebihan tapi tetep sukses mengocok perut lewat aksi-aksi absurd mereka saat menjaga keamanan kota Chinjuku. Visual animasinya dari studio Arvo Animation juga tergolong rapi dan enak dilihat. Buat yang lagi nyari tontonan ringan, menghibur, dan penuh komedi segar selepas beraktivitas, anime bertema kekuatan super ini bener-bener direkomendasikan banget sih!
Ending yang memuaskan banget buat season ini, gak sabar nunggu kelanjutan petualangan mereka
Momen reuni dan interaksinya berasa pas banget, ceritanya makin seru dan bikin penasaran
Asli keren banget aksi Luck di episode ini, emang gak ada obat kekuatannya setelah 10 tahun 😊
Sebagai penikmat anime genre isekai, episode kali ini rasanya berhasil banget merangkai jembatan konseptual yang mulus dari adegan penutup episode pertama sebelumnya. Kalau masih ingat, di menit-menit akhir episode lalu kita sempat dibuat terpukau sekaligus deg-degan waktu Arthur bayi tanpa sengaja menguasai pengelolaan mana sampai bikin tempat tinggal mereka hancur lebur. Nah, kekacauan akibat sihir destruktif tersebut bukan cuma sekadar adegan aksi biasa, melainkan fondasi awal yang krusial untuk menyelami pergolakan batin Arthur—bagaimana sisi emosionalnya di dunia baru ini mulai terbentuk dari benturan antara kenangan masa lalunya yang dingin dan realitas masa kininya yang rapuh.
Menariknya lagi, kedalaman emosional tersebut diperkuat lewat monolog narator dari sudut pandang Arthur sendiri di episode ini, di mana ia sempat merefleksikan prinsip hidup masa lalunya bahwa emosi hanyalah hal yang mempersempit cara berpikir manusia. Lewat adegan kilas balik (flashback), kita akhirnya diperlihatkan akar dari dinginnya prinsip tersebut; King Grey di masa lampau ternyata tumbuh besar di panti asuhan tanpa pernah merasakan secercah pun kehangatan sebuah keluarga. Realitas inilah yang kemudian berbalik 180 derajat dengan kehidupan Arthur di masa kini. Tanpa disadari, justru melalui konstruksi keluarga kecilnya yang penuh kasih saat inilah Arthur untuk pertama kalinya belajar memahami emosi manusia secara utuh, membuat character arc-nya terasa sangat manusiawi dan menyentuh hati.
Selain menyoroti perkembangan psikologis karakternya, episode kedua ini juga memberikan hipotesis yang sangat menyegarkan mengenai worldbuilding dalam genre isekai. Berbeda dengan Mushoku Tensei yang berakar dari latar belakang bumi modern Jepang yang familier bagi kita, Saikyou No Ousama justru mengambil setting dunia fantasi murni yang peradabannya bahkan jauh lebih advance dibanding dunia modern kita. Formula ini berhasil menyelamatkan serial ini dari jebakan plot "cheat mode" murahan—sebuah klise pasaran yang juga dijadikan satire kritis, namun (menurutku) sempat gagal dieksekusi dengan baik oleh franchise sebesar Re:Zero. Alih-alih mengikuti standar industri yang terjebak pada konflik penguasaan super power yang rumit dan bertele-tele, Saikyou No Ousama menyuguhkan asal-usul dunia fantasi yang unik dan organik bagi pertumbuhan Arthur kecil menguasai sihir/mana.
Secara keseluruhan, episode kedua ini sukses meramu keseimbangan yang pas antara pendalaman psikologi karakter, narasi masa lalu, serta fondasi dunia fantasi yang solid. Rasanya semakin penasaran bagaimana perjalanan Arthur selanjutnya dalam merajut emosi manusianya di dunia baru ini!
Rate sementaraku sampai episode ini adalah 7,9.
Ok
Semuanya akan di lahap oleh api 😹
Ok
ok
p
Hmmm. Cerita dasarnya hampir mirip sama Mushoku Tensei. Reinkarnasi mulai dari bayi, punya warisan kesadaran masa lalu sebelum kematian, dan adegan paling miripnya adalah sudah tertarik dengan buku (pengetahuan) sejak dini. Semoga cerita dan konfliknya tidak plek-ketiplek...
★★★★★
Penilaian personal berdasarkan feeling, dibandingkan dengan season pertamanya, The Apothecary Diaries season kedua ini dikemas dengan cerita yang kualitasnya menurun. Meskipun secara objektif setiap episode masih memiliki kaitan dengan beberapa episode sebelumnya, plot cerita utama (yang berkaitan dengan konflik internal tokoh utama dan sosial-struktural) di season ini lebih minimalis. Apalagi puncak plot utama mengenai "konspirasi Selir Loulan" di episode 23 disajikan dengan pace yang terlalu cepat (terbukti ditayangkan selang satu episode sebelum episode penutup) dengan eksplanasi naratif yang perlu dua-tiga kali dicerna.
Intinya, season kedua tidak lebih baik dari season awal, tapi masih layak mendapatkan rating 9.
Puncak plot politik Selir Loulan (termasuk di dalamnya siapa Suirei, asal-usulnya, dan intrik antara kekaisaran dan klan Shi) ada di episode ini namun sayangnya alih bahasa subtitle atau bahkan dialog yang dibuat nampaknya dinarasikan kurang presisi.
Kita hanya tahu sejarah generalnya tapi alasan klan Shi atau Shenmei menyiapkan peperangan terhadap kekaisaran termasuk mengincar nyawa Jinshi dalam beberapa kesempatan belum tersampaikan dengan baik.
Kalau alasannya sebatas dendam Shenmei atas Kaisar terdahulu dan ibu suri, lantas mengapa malah beberapa kali menargetkan Jinshi yang cuma pangeran? Ada pula paradoks yang irasional karena belum jelas, buat apa rencana pemberontakan dengan senjata api dan percobaan pembunuhan Jinshi padahal di saat bersamaan Loulan sudah diprospek sebagai salah satu Selir tingkat atas Kaisar?
Sangat disayangkan, plot cerita dua season berakhir dieksekusi dengan loop hole.
Semua aktivitas sudah dimuat
Laporkan Anime
Pilih alasan untuk melaporkan anime ini.